Hai Sobat sehat

Tahukah kamu tingkat kesehatan seseorang dipengaruhi beberapa faktor di antaranya bebas dari penyakit atau cacat, keadaan sosial ekonomi yang baik, keadaan lingkungan yang baik, dan status gizi juga baik. Orang yang mempunyai status gizi baik tidak mudah terkena penyakit lo, baik penyakit infeksi maupun penyakit degeneratif.


 

Lalu apa sih status gizi itu?

Status gizi merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Namun pada masyarakat kita masih ditemui berbagai penderita penyakit yang berhubungan dengan kekurangan gizi. Masalah gizi pada dasarnya merupakan refleksi konsumsi zat gizi yang belum mencukupi kebutuhan tubuh. Seseorang akan mempunyai status gizi baik, apabila asupan gizi sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Asupan gizi yang kurang dalam makanan, dapat menyebabkan kekurangan gizi, sebaliknya orang yang asupan gizinya berlebih akan menderita gizi lebih.

Jadi status gizi adalah adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda antarindividu, hal ini tergantung pada usia orang tersebut, jenis kelamin, aktivitas tubuh dalam sehari, berat badan, dan tubuh dalam sehari, berat badan, dan lainnya..(Harjatmo, et al, 2017).

Metode pengukuran status gizi

1. Antropometri

2. Klinis

3. Biokimia

4. Survey konsumsi pangan


Apakah susah mengukur status gizi secara mandiri?


Jawabannya tidak susah, namun perlu diingat untuk pengukuran yang lebih akurat dan presisi lebih disarankan pengukuran dilakukan oleh tenaga ahli seperti ahli gizi. Kali ini saya akan memberikan salah satu contoh pengukuran status gizi dengan metode antropometri yaitu dengan pengukuran indeks massa tubuh(IMT). IMT Merupakan pengukuran antropometri dengan tinggi badan dan berat menggunakan rumus/indeks quatelet yaitu berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m badan dalam meter (kg/m2).


Rumus Indeks Massa Tubuh:


Klasifikasi IMT (Kg/ m2) untuk umur >18 tahun

Sangat kurus: <17,0

Kurus            :17,0-18,5

Normal          :18,5-25,0

Gemuk            :>25,0-27,0

Over weight    :>27,0

(Sumber: Permenkes Nomor 41 tahu 2014)


Artikel ini bukanlah pengganti konsultasi dokter spesialis/nutrisionis. Infomasi ini hanya untuk skrining yang bisa Anda lakukan mandiri sebelum memeriksakan diri ke dokter/ nutrisionis. Sebaiknya tetap konsultasi ke pada ahlinya agar tahu lebih pasti kondisi kesehatan dan status gizi anda saat ini. 


Sumber:

Harjatmo, et al. 2017. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Petunjuk Teknis Pengukuran Kebugaran Jasmani Terintegrasi Bagi Aparatur Sipil Negara Kementerian Kesehatan Kementerian, 2017.